Template by:
Free Blog Templates

Jamz Horrorz

Showing posts with label Visit Indonesia (Sumatera Barat). Show all posts
Showing posts with label Visit Indonesia (Sumatera Barat). Show all posts

Tuesday, February 24, 2009

Visit Indonesi eps.4: FESTIVAL TABUIK

Halo...halo...semuanya, sorry udah lama ga on air soalnya lagi sibuk nih,,

Baiklah kita kembali di acara jalan2 keliling Sumbar!

Kali ini kita sampai di Pariaman, daerah indah di pesisir pantai Sumatera Barat.

Nah, kebetulan kampung gw disini, hehe...

Jadi, daya tarik daerah ini selain sate Ajo-nya yg terkenal, adalah Festival Tabuik-nya.

Festival Tabuik merupakan acara tahunan paling ramai di Sumatera Barat setiap tahun pada tanggal 10 Muharam atau disesuaikan hari Minggu terdekat. Festival yang sudah berlangsung sejak 1831 ini merupakan peringatan Asyura atau hari kematian Imam Hosein, cucu Nabi Muhammad SAW yang merupakan pemimpin kaum Syiah di Padang Karbala. Ceritanya dulu Hasan dan husen ini kepalanya dipenggal dan diarak oleh kaum musuh. Kejam banget!!!

Festival Tabuik dimulai prosesi ritual mengambil tanah muara 1 Muharam dan puncaknya 10 Muharam dengan membuang dua buah tabuik setinggi 13 meter ke laut.Kini jadwal pembuangan tabuik disesuaikan hari libur.
Tabuik adalah hiasan dari rangka bambu menyerupai burak (kuda berkepala manusia) memakai sejumlah payung. Burak digambarkan membawa peti mati Hasan-Hosen dan terbang ke langit dengan membuangnya senja hari ke laut Samudera Indonesia.

Di awal tahun 2009 ini bahkan duta besar Iran ikut menyaksikan festival ini. Tuh orang juga janji untuk datang lagi pada perayaan berikutnya.

Tapi ada juga festival tabuik lain yang berbeda yang diselenggarakan oleh HTT (Himpunan Tjinta Teman, bukan Hidung Telinga dan Tenggorokan ya, emang dokter?). Festival Tabuik yg mereka adakan adalah sebagai simbol budaya yang tercipta dari asimilasi (peleburan) budaya Cina, Kaliang (India), dan Melayu, khususnya Minang (Cinkamal)yang ada di Kota Padang. Asimilasi budaya tersebut diharapkan mampu menciptakan sebuah pembauran masyarakat etnis Minang, India, dan Cina di Kota Padang.

Tabuik jenis ini berwujud patung kuda berkepala wanita, yg merupakan simbol dari tradisi budaya Minang, sedangkan pada bagian atas patung terdapat miniatur Mesjid pada bagian paling atas, kemudian miniatur Gereja pada urutan kedua, dan miniatur kelenteng pada urutan ketiga melambangkan persatuan dari masyarakat etnis Minang, Cina, dan India yang berbeda keyakinan.

Kedua festival Tabuik ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri dari Sumatera Barat.


















Well, guys, udah liat Tabuik belum? (Gw ndiri blum, hiks...hiks...), Ayuk nonton bareng2 and enjoy it!
(Data dikutip dari Posmetro Padang, Tempointeraktif.com)



Tuesday, January 13, 2009

Visit Indonesia eps. 3 Pantai Air Manis dan Malin Kundang yang selalu menangis

Well guys, klw lo smua mau travelling ke padang, jangan lupa untuk mengunjungi Pantai Air Manis.

Selain bisa menikmati suara ombak Pantai Air Manis yang terdengar lembut dan mendesah, tak jauh dari pantai, akan terlihat sebuah pulau yang disebut Pulau Pisang Kecil. Tampak seperti dua buah pulau, tetapi sebenarnya keduanya tersambung. Di pulau itu terdapat banyak monyet yang bersahabat tetapi tidak jinak. Kalau air lagi surut, orang bisa berjalan kaki bahkan membawa mobil sampai ke daratan pulau. Ini semua menambah keindahan dan daya tarik objek wisata ini.

Pantai Air Manis sesungguhnya tidak terlalu jauh di selatan kota Padang. Hanya memakan waktu sekitar 20 menit dengan mobil. Akses menuju kawasan wisata Pantai Air Manis melewati sebuah bukit, klo mau ke sana kita dihadapkan dengan tanjakan yang dibilang agak tinggi dan curam, kemudian sebelah kiri kita bisa melihat pemandangan Kota Padang dan pabrik Semen Padang, dengan tikungan yang agak tajam, makanya lo bisa ngajak michael schumacher buat jadi sopirnya atau kalau mau sopir lokal ya Ananda Mikola aja, tapi kayaknya dia lagi sibuk di penjara deh (Ngaco ah!)
Nggak cuma pemandangannya yang indah, tapi ternyata pantai ini juga menyimpan legenda. Kalau anda menemukan batu karang yang berwujud manusia sedang sujud, eits...jangan salah, itu bukan sulap bukan sihir, n bukan juga patung karya Leonardo di Caprio (Lukisan kale) melainkan itu adalah sosok Malin Kundang yang bersujud memohon ampun kepada ibunya (Menurut info yang kami dapat dari sumber terpercaya dan tua banget).

Tatkala dahulu kala, seorang anak bernama malin Kundang yang yatim tinggal bersama ibunya yang miskin (Ya iya lah masa sama bapaknya kan dia yatim). Dia dipanggil malin kundang pertama karena namanya Malin. Kalau namanya Ngatimin berarti jadinya Ngatimin Kundang atau kalau namanya Alexander, jadinya Alexander Kundang (Halah...ngaco lagi!). Kedua kundang itu artinya gendong, konono eh... konon ia suka minta digendong gitu kayak bakul jamu aja.

Seperti layaknya pemuda Minang yang semangat merantaunya membara, ia pun pergi berlayar dengan saudagar (Katanya sih kaya). Yah, emang udah rejekinya, si Ngatimin eh... Malin jadi saudagar kaya juga and punya istri yang cantik.
Suatu hari ia, istrinya, dan anak buahnya pergi berlayar balik ke padang naik kapal (Masa naek busway). Ibunya yang denger kabar ini dari Internet (boong bgt) langsung pergi ke pantai untuk menyambut anaknya yang telah lama pergi.

Nah, si Malin ini gengsi melihat ibunya udah kotor, miskin, tua lagi, sementara dia ya tau aja lah sendiri. Trus si Malin ini justru menolak mengakui bahwa wanita itu adalah ibunya.
Ibunya yang sedih dan marah langsung mengutuk Malin dengan bahasa Padang, "Malin, you're so cruel. I curse you into stone."

Singkat cerita, tanpa efek dramatisasi lagi, kapal si Malin hancur berkeping-keping dan Malin berubah menjadi batu saat ia bersujud minta maaf pada ibunya.
Begitu lah Legenda Malin Kundang yang batunya bisa lo temukan di Pantai Air Manis. So, Objek wisata yang satu ini ngga bisa dilewatkan, bukan?



(Data dan gambar dikutip dan diedit dari Wikimu.com, virtualtourist.com, cybertravel.cbn.net.id, wisatamelayu.com

Wednesday, November 26, 2008

Visit Indonesia 2008 eps 2




Nah, kita ktemu lagi dalam wisata keliling2 sumatera barat!!!
Kali ini gw bakal ngajak lo ke Lobang Jepang....(Apaan tuh???)
Walaupun namanya pake embel2 jepang, tapi lobang ini (Aneh bgt sih nyebutnya) terletak di Bukittinggi, tepatnya di kawasan Panorama dan juga terletak dekat ngarai Sianok (Ntar deh gw ceritain tentang yang atu ini di eps lainnya, tapi liat dulu fotonya ngarai sianok nan indah ini di bagian atas)

"ATTENTION…! Untuk kepuasan dan kenyamanan anda, para pengunjung Taman Panorama dan Lobang Jepang, kami menyediakan jasa pemandu yang berlisensi." Begitulah gaya pengumuman di kertas lusuh yang ditempel di dinding tebing, beberapa langkah dari gerbang Lubang Jepang di Ngarai Bukittinggi, Sumatera Barat.
Lalu di bawahnya, ada selembar kertas lagi berisi tulisan: "Pengunjung yang terhormat. Nikmatilah keunikan serta keindahan Lobang Jepang ini !!! Mohon jangan melakukan aktivitas yang melanggar aturan serta perbuatan asusila !!! Semua aktivitas anda termonitor pada kamera kami… Terimakasih atas perhatiannya, ttd… Penanggung Jawab." Aneh bener sih, mang ada yang mau berbuat asusila di terowongan yang mungkin aja banyak yang "halus"-nya.
Begitu lewat mulut gua segera kita menuruni perut bumi. Seluruhnya 132 undakan atau anak tangga, sampailah kita di dasar gua. Atau pada kedalaman 40 meter dari permukaan tanah. Panjang terowongan totalnya 4 km. yah lumayan capeklah kalau jalan kaki coz yang jelas ga bakalan ada mas-mas tukang ojek yang bakalan nawarin jasanya.





Yang ngerinya pas gempa melanda daerah tersebut, tebing2 disekitarnya udah pada runtuh. Tapi konstruksi yang unik dari terowongan ini membuatnya tetap bertahan walau badai menghadang (Kayak lagu aja nih)


Tempat yang wajib dilihat adalah ruang Romusha yaitu ruangan tempat kerja paksa yang digunakan oleh Penjajah Jepang saat menjajah Indonesia dulu. Tapi tujuan utama jepang membangun lobang atau supaya lebih enak dibaca terowongan ini adalah sebagai kubu pertahanan pada World War 2.

Saat ini Lobang Jepang sedang direnovasi dan direvitalisasi (Berat banget istilahnya) agar dapat menjadi museum bawah tanh yang rapi dan menarik.

That's all dude. Jgn lupa kesini, kapan lagi coba ngerasain angin nya di terowongan, beda lo ma angin-anginan yang biasa dijual seribuan itu (Ngaco ah...).

See you in the next episode. Promote your own tourism object!

Wednesday, November 12, 2008

Visit Indonesia 2008 eps 1

Gw lg mw ngewujudin usaha pemerintah ne bwt mempromosikan pariwisata di Indonesia (Wuih...berat bgt nih kata2nya). Gw pngen ngasih inspirasi bwt temen2 yg laen bwt ngepromosiin jg daerah2 pariwisata di tempatnya masing2.

Hari ini qt akan berkunjung ke Bukittinggi, suatu daerah berudara sejuk yang menjadi tujuan objek wisata bgi Orang2 berkulit putih pucat dan berambut aneh (Baca: Turis) yang datang ke Sumatera Barat (secara, gw datang dari west sumatera gt). Nah, salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi adalah Jam gadang (Baca: Jam Gede atau Big Ben atau pakai medhoknya orang jawa jadi Jham Ghadhang).

Jam Gadang adalah sebuah menara jam yang merupakan markah tanah kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun.

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota). Pada masa penjajahan Belanda, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan, sedangkan pada masa pendudukan Jepang, berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.
Ukuran diameter jam ini adalah 80 cm, dengan denah dasar 13x4 meter sedangkan tingginya 26 meter. Pembangunan Jam Gadang yang konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000
Gulden ini, akhirnya menjadi markah tanah atau lambang dari kota Bukittinggi. Ada keunikan dari angka-angka Romawi pada Jam Gadang ini. Bila penulisan huruf Romawi biasanya pada angka enam adalah VI, angka tujuh adalah VII dan angka delapan adalah VIII, Jam Gadang ini menulis angka empat dengan simbol IIII (umumnya IV).
(Dikutip dari "
http://id.wikipedia.org/wiki/Jam_Gadang")

Dilihat dari segi sosial kemasyarakatan, Bukitinggi tidak kurang perannya, baik dalam ukuran regional, Nasional mupun Internasional. Dikota ini sering diadakan rapat-rapat kerja Pemerintah, Pertemuan-pertemuan ilmiah, kongres-kongres oleh organisasi kemasyarakatan dan lain sebagainya. Kota Bukittingi juga pernah dijadikan sebagai ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Di Bukittinggi juga terdapat sejarah kelam dimana anda (Baca: Lo klw anda merasa lebih nyaman dengan kata itu) akan menemukan sebuah goa yang disebut "Lobang jepang" yang merupakan tempat yang digunakan untuk penahanan dan penyiksaan selama zaman penjajahan Jepang.

So, sobat, why don't you come to High heel (Baca:Bukittinggi). Holiday lo ga bakalan sia-sia krn lo bakalan nikmatin keindahan alam yang begitu natural disini.
Wait for the next eps ya.

My Japanese name iz...

Your Japanese Name Is: Yoshi Jimyoin
Banzai!

My Russian name iz...

Your Russian Name Is: Fedyenka Bogdashha Morozov
Da!

My Vanpire name iz...

Your Vampire Name Is: Hermes of Scandinavia
I never knew what life was until it ran out in a red gush over my lips, my hands!

My superhero name iz....

Your Superhero Name is The Cyber Hillbilly
Your Superpower is Distant Attack
Your Weakness is Clowns
Your Weapon is Your Electro Wand
Your Mode of Transportation is Tricycle

My Pirate name iz...

Your Pirate Name Is: Lieutenant-Colonel Terence the Terrible
Yarrgh!